Minggu lalu sudah dibahas cara meningkatkan angka oktan bensin Premium
supaya setara Pertamax. Secara teori dan hitungan rumus memang dianggap
mudah. Tapi, tetap harus uji praktik tentang kebenaran teori itu. Apakah
benar antara teori dan praktik.
Proyek percobaan jajal dulu di Honda Supra X 125 milik PT Trimentari Niaga Jaya, produsen CDI Cibinong atau BRT itu. Spek motor
masih standar dan hanya ganti knalpot. Sekalian pinjam juga dynotest
untuk mengukur power mesin dan AFR Meter guna mengetahui perbandingan
bahan bakar dan udara.
Berikut hasilnya. TENAGA PREMIUM VS
PREMIUM + ETANOL Sebagai pembanding pertama dites dulu Supra X 125
[Photo]diisi Premium. Tenaga puncak didapat 8,92 dk pada 7.000 rpm.
Kondisi atau angka ini digunakan sebagai patokan dasar.
Kemudian
dilanjut tes Premium campur etanol. Perbandingannya 90% : 10%. Artinya
90% Premium dan 10% etanol. Hasilnya, tenaga mesin jadi lebih besar.
Yaitu, 9,06 dk pada 6.900 rpm.
Kenaikannya hanya sedikit sekali
0,14. Tapi, meski sedikit namun ruang bakar lebih bersih. Dasarnya bisa
lihat dari tes AFR Meter.
TES AFR PREMIUM VS PREMIUM + ETANOL
[Photo]Untuk mengetahui bensin terbakar tuntas atau tidak bisa lihat
tabel AFR Meter. Dari grafik 2 terlihat (garis biru) kalau masih
menggunakan Premium di bawah garis merah. Itu menandakan masih kaya
bensin.
Artinya masih di bawah garis standar (merah
putus-putus). Karakternya kalau menggunakan Premium murni pembakaran
kurang tuntas. Masih terdapat kerak di ruang bakar. Beda setelah
dicampur etanol 10%. Garis merah sejajar garis merah putus-putus.
Kondisinya ideal dan minim kerak.
PREMIUM + ETANOL VS PERTAMAX
Sebagai bahan pembanding dites juga Premium + etanol lawan Pertamax dan
Pertamax Plus. Hasilnya Premium + Etanol 9,06 dk, Pertamax 8,86 dan
Pertamax Plus 8,94 dk. Ini juga sebagai indikator kalau Premium + etanol
tetap paling bertenaga alias tinggi.
HANYA 10 PERSEN
Perlu diperhatikan dan harus diwaspadai. Dalam mencampur, jangan
kelewat banyak etanol. Paling banyak dari campuran hanya 10% etanol.
“Kalau lebih besar dari itu, tidak akan bagus. Ruang bakar kekeringan
lantaran bensin jadi mudah menguap,” pasti H. Tjejep Sudirman, manajer
depo dan instalasi, PT Elnusa Petrofin di Plumpang, Jakarta Utara.
Juga
dalam mencampur Premium dengan etanol harus cepat digunakan. Jangan
lama-lama dibiarkan. Itu karena etanol mudah menguap lantaran mudah
mengikat oksigen. Juga dikhawatirkan bensin jadi malah mengandung
endapan air.
100% ETANOL MALAH JELEK Em-Plus juga penasaran.
Bagaimana jika menggunakan 100% etanol murni. Katanya punya angka oktan
118. Namun apa yang terjadi. Mesin tidak kuat digeber abis. Knalpot nembak seperti kekeringan bensin alias kebanyakan udara. Ini bukti kalau etanol mudah mengikat udara.
Tenaga maksimal hanya 7 dk. Mesin tidak sanggup digas full. Ini bisa dijadikan pelajaran. Jangan coba-coba menggunakan 100% etnol kalau mesin tidak mau jebol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar