PRODUKSI ETANOL DARI LIMBAH BUAH-BUAHAN
Yeast merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang banyak dimanfaatkan dalam bidang industri. Kemampuannya dalam memfermentasi gula menjadi etanol menjadi karakter fisiologis yang khas yang telah lama diaplikasikan. Penggunaan bahan baku yang murah dan mudah didapat menjadi sasaran penelitian untuk mengembangkan etanol dalam skala industri. Salah satu bahan baku tersebut adalah limbah pertanian yang dalam praktikum ini digunakan kulit buah pepaya dan nanas. Kulit buah pepaya dan nanas masih mengandung gula yang akan dipakai oleh yeast sebagai nutrisi utama dalam produksi etanol.
Tujuan: Mengetahui limbah buah-buahan (pepaya dan nanas) yang terbaik sebagai bahan baku produksi etanol.
Alat: Timbangan, bunsen, erlenmeyer, vorteks, pipet ukur, tabung reaksi, cawan petri, kaca obyek, kaca penutup, mikroskop, pipet tetes.
Bahan:  SAF instan, media Yeast Malt Agar (YMA), akuades steril, alkohol 70%.
Cara Kerja:
  1. Kulit buah papaya dan nanas dibersihkan menggunakan air mengalir. Kemudian dipotong kecil-kecil dan diblender sampai halus.
  2. Seratus gram kulit buah yang telah dihaluskan ditimbang dan ditambahkan air akuades steril.
  3. Campuran tersebut dipasteurisasi dalam waterbath selama 15 menit pada suhu 65 oC.
  4. Setelah dingin, inokulum yeast yang telah disiapkan ditambahkan sebanyak 2 x 106 sel/ml.
  5. Inkubasi dilakukan dengan cara dishkare pada suhu 30oC selama 24 jam.
  6. Parameter yang diamati adalah perubahan pH awal dan akhir fermentasi.
  7. Setelah inkubasi selesai, diambil bagian cair sebanyak 100 ml dan diukur kadar etanolnya menggunakan destilator sederhana.
  8. Kadar etanol yang terukur dicatat dan dilakukan analisis.