Jumat, 29 Agustus 2014

Bio Ethanol Buah-buahan, Alternatif Bahan Bakar Murah

Probolinggo - Upaya mengembangkan bahan bakar alternatif ditengah krisis energi yang terjadi saat ini terus dilakukan. Sebuah lembaga pengembangan usaha mandiri di Probolinggo, Jawa Timur mencoba memanfaatkan buah - buahan dan tetes tebu untuk dijadikan bio ethanol yang bermanfaat sebagai pengganti minyak tanah dan bahan bakar kendaraan bermotor.

Produksi bio ethanol yang dilakukan lembaga pengembangan usaha mandiri di Ketapan kota Probolinggo ini dilakukan dengan cukup sederhana. Bahan baku yang digunakan adalah buah - buahan yang mudah dicari dan banyak terdapat disekitar kita, seperti pepaya, singkong, mira, tetes tebu maupun buah - buahan manis lainnya.

Sari buah yang didapat dari bahan baku itu awalnya dikupas dan diperas, lalu diprementasi dengan campuran ragi dalam sebuah tabung pemanas. Uap dari hasil pemanasan itu kemudian disalurkan melalui pipa spiral dalam tabung destilasi. Proses kimia dalam tabung destilasi dalam waktu beberapa jam sudah dapat menghasilkan cairan berupa bio ethanol dengan kadar 5 persen hingga 80 persen.

Bio ethanol berkadar 40 persen bisa menjadi bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah sedangkan bahan bio ethanol berkadar 80 persen dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor setara premium maupun spiritus.

Penggunaan bio ethanol sudah teruji lebih hemat karena bisa menyalah non stop selama 3 jam dengan kalori setara elpiji serta aman dalam penggunaannya karena tidak mengandung gas. (Tim Liputan/Dv).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar