Probolinggo
- Upaya mengembangkan bahan bakar alternatif ditengah krisis energi
yang terjadi saat ini terus dilakukan. Sebuah lembaga pengembangan usaha
mandiri di Probolinggo, Jawa Timur mencoba memanfaatkan buah - buahan
dan tetes tebu untuk dijadikan bio ethanol yang bermanfaat sebagai
pengganti minyak tanah dan bahan bakar kendaraan bermotor.
Produksi
bio ethanol yang dilakukan lembaga pengembangan usaha mandiri di
Ketapan kota Probolinggo ini dilakukan dengan cukup sederhana. Bahan
baku yang digunakan adalah buah - buahan yang mudah dicari dan banyak
terdapat disekitar kita, seperti pepaya, singkong, mira, tetes tebu
maupun buah - buahan manis lainnya.
Sari buah yang didapat dari
bahan baku itu awalnya dikupas dan diperas, lalu diprementasi dengan
campuran ragi dalam sebuah tabung pemanas. Uap dari hasil pemanasan itu
kemudian disalurkan melalui pipa spiral dalam tabung destilasi. Proses
kimia dalam tabung destilasi dalam waktu beberapa jam sudah dapat
menghasilkan cairan berupa bio ethanol dengan kadar 5 persen hingga 80
persen.
Bio ethanol berkadar 40 persen bisa menjadi bahan bakar
alternatif pengganti minyak tanah sedangkan bahan bio ethanol berkadar
80 persen dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor setara
premium maupun spiritus.
Penggunaan bio ethanol sudah teruji
lebih hemat karena bisa menyalah non stop selama 3 jam dengan kalori
setara elpiji serta aman dalam penggunaannya karena tidak mengandung
gas. (Tim Liputan/Dv).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar