Jumat, 29 Agustus 2014

Mengubah Sampah Busuk Jadi Bioetanol

Liputan6.com, Karanganyar: Tumpukan sampah lazim ditemukan di pasar-pasar tradisional. Sampah seperti sayur, buah hingga cangkang kelapa, biasanya memang tidak diambil pemulung hingga kerap menumpuk. Mengganggu pemandangan, berbau busuk, dan bisa menjadi sumber penyakit.
Prihatin dengan kondisi ini, warga Doplang, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berupaya memanfaatkannya dengan mengubah menjadi bahan bakar nabati. Mereka melakukannya dengan cara sederhana. Sampah busuk harus dihancurkan lebih dulu agar mudah dibusukkan dengan bakteri pembusuk. Air dari rajangan sampah kemudian difermentasi. Saat disuling, zat-zat yang dibutuhkan menguap masuk ke dalam pendingin untuk diubah menjadi bioetanol.
Hasil bioetanol dapat langsung dimanfaatkan sebagai pengganti minyak tanah. Bahkan, bioetanol memeiliki kelebihan lebih hemat, lebih cepat panas dan tidak mengeluarkan asap sehingga lebih ramah lingkungan.
Bioetanol sampah juga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti bensin. Namun harus dilakukan dua kali penyulingan sehingga kadar bioetanolnya menjadi lebih tinggi, yaitu 99 hingga 100 persen. Harganya juga lebih murah, hanya Rp 3.000 per liter.(ANS/Wiwik Susilo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar