Pabrik tersebut akan mengolah 100.000 ton molasses atau tetes dijadikan bioetanol
JAKARTA
– Pabrik bioetanol akan dibangun di Mojokerto. Kini PT Perkebunan
Nusantara (PTPN) X akan mempercepat pembangunan pabrik yang ditargetkan
selesai tahun ini. Proyek ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dan
Jepang melalui The New Energy and Industrial Technology Development
Organization (NEDO). Bioetanol yang diproduksi itu merupakan investasi
turunan dari produksi gula.
Direktur Utama PTPN X
Subiyono menuturkan, pabrik bioetanol baru itu akan mulai berproduksi
pada awal 2013. Dengan beroperasinya pabrik ini, selain bisa memproduksi
gula, turunan gula bisa diolah menjadi bioetanol. Pabrik tersebut akan
mengolah 100.000 ton dari 250.000 ton molasses atau tetes untuk
dijadikan bioetanol.
Pabrik yang dibangun
terpadu dengan Pabrik Gula Gempolkerep Mojokerto ini, akan mengolah
turunan gula ini untuk memproduksi bioetanol sebagai bahan bakar
kendaraan bermotor dengan kapasitas 30.000 kiloliter (KL) per tahun
alias 100 kiloliter per hari
Saat ini,
rencana pembangunan pabrik baru selesai pada tahap meyakinkan masyarakat
yang awalnya menentang. "Izin ke kepala desa, dan instansi terkait
sudah semua. Kita juga sudah meyakinkan masyarakat sekitar, bahwa pabrik
ini ramah lingkungan dan tidak akan mengganggu. Bahkan petani tebu akan
semakin sejahtera dengan proyek bioetanol ini," ujar Sekretaris
Perusahaan PTPN X, Djoko Santoso, Minggu (15/1).
Di
bisnis bioetanol ini, PTPN X menyiapkan Rp 285 miliar bagi pembangunan
pabrik. Sumber dananya dari hibah Jepang senilai Rp 160 miliar dalam
bentuk mesin utama dalam G to G, serta kas internal PTPN X. Fokus utama
untuk pengolahan limbah senilai Rp 65 miliar, sehingga tidak ada limbah
yang berbahaya.
Menurut Subiyono, PTPN X
menghasilkan 200.000 ton tetes. Karena belum punya pabrik, manajemen
menjual tetes itu ke perusahaan lain sebagai bahan baku penyedap masakan
dan bioetanol.
Untuk memuluskan bisnisnya tahun
ini, perusahaan plat merah itu telah menganggarkan belanja modal
sebesar Rp 835 miliar. Disamping akan digunakan untuk membangun pabrik
bioetanol, juga digunakan untuk membentuk anak usaha patungan bersama
PTPNXIV, yang akan mengelola tiga pabrik gula di Takalar, Bone, dan
Camming di Sulawesi Selatan.
Sebagai catatan,
tahun lalu PTPN X meraih pendapatan Rp 2,2 triliun dari penjualan gula
putih sebesar 93%, tembakau 3%, dan rumah sakit 4%. Kto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar