Jumat, 29 Agustus 2014

Industri Bioetanol Dibangun di Mojokerto

Pabrik tersebut akan mengolah 100.000 ton molasses atau tetes dijadikan bioetanol
JAKARTA – Pabrik bioetanol akan dibangun di Mojokerto. Kini PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X akan mempercepat pembangunan pabrik yang ditargetkan selesai tahun ini. Proyek ini merupakan hasil kerja sama Indonesia dan Jepang melalui The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO). Bioetanol yang diproduksi itu merupakan investasi turunan dari produksi gula.
Direktur Utama PTPN X Subiyono menuturkan, pabrik bioetanol baru itu akan mulai berproduksi pada awal 2013. Dengan beroperasinya pabrik ini, selain bisa memproduksi gula, turunan gula bisa diolah menjadi bioetanol. Pabrik tersebut akan mengolah 100.000 ton dari 250.000 ton molasses atau tetes untuk dijadikan bioetanol.
Pabrik yang dibangun terpadu dengan Pabrik Gula Gempolkerep Mojokerto ini, akan mengolah turunan gula ini untuk memproduksi bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dengan kapasitas 30.000 kiloliter (KL) per tahun alias 100 kiloliter per hari
Saat ini, rencana pembangunan pabrik baru selesai pada tahap meyakinkan masyarakat yang awalnya menentang. "Izin ke kepala desa, dan instansi terkait sudah semua. Kita juga sudah meyakinkan masyarakat sekitar, bahwa pabrik ini ramah lingkungan dan tidak akan mengganggu. Bahkan petani tebu akan semakin sejahtera dengan proyek bioetanol ini," ujar Sekretaris Perusahaan PTPN X, Djoko Santoso, Minggu (15/1).
Di bisnis bioetanol ini, PTPN X menyiapkan Rp 285 miliar bagi pembangunan pabrik. Sumber dananya dari hibah Jepang senilai Rp 160 miliar dalam bentuk mesin utama dalam G to G, serta kas internal PTPN X. Fokus utama untuk pengolahan limbah senilai Rp 65 miliar, sehingga tidak ada limbah yang berbahaya.
Menurut Subiyono, PTPN X menghasilkan 200.000 ton tetes. Karena belum punya pabrik, manajemen menjual tetes itu ke perusahaan lain sebagai bahan baku penyedap masakan dan bioetanol.
Untuk memuluskan bisnisnya tahun ini, perusahaan plat merah itu telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 835 miliar. Disamping akan digunakan untuk membangun pabrik bioetanol, juga digunakan untuk membentuk anak usaha patungan bersama PTPNXIV, yang akan mengelola tiga pabrik gula di Takalar, Bone, dan Camming di Sulawesi Selatan.
Sebagai catatan, tahun lalu PTPN X meraih pendapatan Rp 2,2 triliun dari penjualan gula putih sebesar 93%, tembakau 3%, dan rumah sakit 4%. Kto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar